Rabu, 6 Mei 2026 Berita Terkini & Terpercaya
Kuliner Harian GuarKuliner Harian Guar
Kuliner Harian Guar - Your source for the latest articles and insights
Beranda Berita Nenek Di Pasuruan Dibunuh Oleh Cucu Kandungnya Dag...
Berita

Nenek Di Pasuruan Dibunuh Oleh Cucu Kandungnya Dagingnya Sendiri

Duka Lumbang: Cucu Tewaskan Nenek demi Uang, Mayat Dibuang ke Sumur Pasuruan- Sebuah tragedi yang mengguncang jiwa dan mengiris nurani terjadi di

Nenek Di Pasuruan Dibunuh Oleh Cucu Kandungnya Dagingnya Sendiri

Duka Lumbang: Cucu Tewaskan Nenek demi Uang, Mayat Dibuang ke Sumur

Pasuruan- Sebuah tragedi yang mengguncang jiwa dan mengiris nurani terjadi di Dusun Ketondo, Desa Karjati, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Pasuruan. Seorang nenek berusia 64 tahun, yang seharusnya disayang dan dihormati, justru mengakhiri hidupnya dalam cara yang paling tragis: dibunuh oleh cucu kandungnya sendiri. Mayatnya yang tak bernyawa kemudian dibuang begitu saja ke dalam sumur, menggenapkan aksi durhaka yang sulit dicari tandingannya. Peristiwa memilukan ini berawal pada sebuah petang, ketika niat jahat pelaku mulai merangkak.

Nenek Di Pasuruan Dibunuh Oleh Cucu Kandungnya Dagingnya Sendiri
Nenek Di Pasuruan Dibunuh Oleh Cucu Kandungnya Dagingnya Sendiri

Baca Juga : Polisi Tingkatkan Patroli Di Puspo Pasuruan Untuk Antisipasi Kejahatan Tripel C

Awal Mula Tragedi: Uang yang Berujung Maut

Hari itu, MA mendatangi rumah sang nenek dengan satu maksud: meminta uang. Penolakan itu bagai memercikkan bensin ke dalam bara amarah seorang remaja yang sudah kehilangan pertimbangan nalar dan hati nurani.

Tanpa belas kasihan, amarah MA meledak. Dengan menggunakan sebatang kayu, ia menghujani pukulan ke tubuh renta neneknya sendiri. Darah pun bercucuran, mengakhiri nyawa N di tempat kejadian. Untuk menyembunyikan kejahatannya, MA lalu menyeret jasad neneknya dan melemparkannya ke dalam sumur di dekat rumah, seolah membuang sampah yang tak berguna.

“Motifnya adalah persoalan ekonomi. Kami menemukan bercak darah di TKP yang menguatkan kronologi ini,” jelas Kasatreskrim Polres Pasuruan Kota, Iptu Choirul Mustofa, mengonfirmasi kebrutalan tersebut.

Misteri yang Terungkap: Firasat seorang Anak

Pembunuhan keji ini akhirnya terbongkar berkat kewaspadaan dan firasat anak korban, seorang perempuan bernama R. Malam itu, R bersama suaminya, M, baru saja pulang dari menghadiri sebuah acara kondangan. Sebelum berangkat, mereka sempat mampir ke rumah N. Saat itu, segala sesuatu tampak normal. R bahkan melihat MA dan istrinya sedang mencuci motor, dan sempat melihat sang ibu hendak menunaikan salat.

Namun, ketika mereka kembali sekitar pukul 21.30 WIB, suasana hati R langsung terusik. Sebuah keanehan terasa; lampu ruang tamu yang biasanya sudah padam, ternyata masih menyala. Hati R berdebar-debar. Ia pun memberanikan diri masuk ke dalam rumah yang pintunya tidak terkunci. Kekhawatirannya terbukti: rumah itu sunyi, dan sang ibu tak ada di mana-mana.

Dengan perasaan cemas, R menjemput suaminya dan mereka berdua mulai mencari. Pencarian mereka tidak membuahkan hasil, hingga akhirnya mereka memutuskan untuk menanyakan kabar N kepada tetangga sekitar. Dari keterangan sejumlah warga, terungkaplah petunjuk berharga yang mencekam.

Dengan jantung yang berdebar kencang, R dan M bergegas menuju sumur di belakang rumah. Penerangan dari senter mereka menembus kegelapan, mengungkap pemandangan yang menghancurkan hati: jasad N tergeletak tak bergerak di dasar sumur sedalam 15 meter.

Akhir yang Pahit bagi Si Cucu Durhaka

Keluarga pun melaporkan penemuan mengerikan ini kepada pihak berwajib. Tim polisi dan petugas evakuasi berhasil mengangkat jasad N dari sumur dan membawanya ke RSUD Soedarsono Kota Pasuruan untuk pemeriksaan lebih lanjut. Bukti-bukti dan keterangan yang terhimpun dengan cepat mengarah pada MA, sang cucu.

“Tersangka sudah kami amankan dan masih menjalani pemeriksaan intensif untuk mengungkap setiap detail motif dan kronologi kejadian,” tegas Iptu Choirul Mustofa.

Tragedi di Pasuruan ini bukan sekadar statistik kriminal. Ini adalah cerita pilu tentang betapa rapuhnya nilai keluarga, tentang bagaimana nafsu sesaat dapat menggilas semua ikatan kasih sayang, dan meninggalkan luka yang dalam bagi sebuah komunitas yang percaya pada kearifan usia dan kesucian hubungan seorang cucu dengan neneknya. Sebuah “bencana” moral yang sesungguhnya.

Tags: Dusun Ketondo Iptu Choirul Mustofa Pasuruan

Baca Juga: Belajar Online