Pasuruan — Suasana Desa Wonorejo, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, masih mencekam pasca-insiden pembunuhan seorang bocah oleh seorang warga setempat. Amarah warga yang memuncak membuat rumah pelaku menjadi sasaran perusakan. Kini, aparat kepolisian bersama perangkat desa berjaga ketat selama 24 jam untuk mengantisipasi aksi lanjutan.
Perusakan terjadi tak lama setelah identitas pelaku terungkap. Warga yang tak kuasa menahan emosi merangsek ke rumah pelaku dan merusaknya. Sejumlah bagian rumah, mulai dari jendela, pintu, hingga atap, tampak hancur berantakan.
Kapolres Pasuruan, mengatakan pihaknya telah menurunkan personel ke lokasi untuk meredam situasi.
“Kami memahami emosi masyarakat, tetapi kami imbau agar kasus ini sepenuhnya diserahkan kepada pihak berwenang. Saat ini, kami bersama pemerintah desa melakukan penjagaan 24 jam demi keamanan lingkungan,” ujarnya, Senin

Baca juga: Resmikan Cabang Baru di Pasuruan, BPR Wilis Siap Mendukung Pertumbuhan UMKM
Pemerintah desa setempat juga mengonfirmasi bahwa penjagaan dilakukan tidak hanya untuk mengantisipasi kerusuhan, tetapi juga menjaga situasi agar tetap kondusif bagi keluarga pelaku dan warga sekitar.
Peristiwa pembunuhan yang memicu kemarahan ini bermula saat korban, bocah berusia 5 tahun, ditemukan tewas dengan luka di bagian perut. Pelaku berhasil diamankan polisi tak lama setelah kejadian dan kini tengah menjalani proses hukum.
Sejumlah tokoh masyarakat setempat berharap warga dapat menahan diri dan mengedepankan proses hukum yang berlaku.
“Kami sama-sama berduka. Mari kita percayakan penanganan sepenuhnya kepada pihak kepolisian,” ujar ujang
Meski ketegangan masih terasa, aparat gabungan memastikan akan terus berjaga hingga situasi benar-benar aman.




