“Kecelakaan Maut di Pasuruan: Sopir Avanza Bawah Umur Tabrak Motor dan Rumah, Polisi Fokus pada Penyelesaian dan Edukasi”
Pasuruan- Satlantas Polres Pasuruan Kota masih mendalami kasus kecelakaan maut yang melibatkan mobil Avanza bernopol W 1068 WX. Kendaraan tersebut menabrak seorang pengendara motor hingga tewas, serta merusak tembok rumah warga di Jalan KH Mansyur. Yang membuat kasus ini semakin memprihatinkan, pengemudi mobil ternyata masih Remaja berusia 15 tahun dan belum memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM).

Baca Juga : Usai Rumah Pelaku Pembunuhan Bocah di Wonorejo Pasuruan Dirusak Warga, Polres-Pemdes Berjaga 24 Jam
Polisi Prioritaskan Penyelesaian dan Pencegahan
Kasatlantas Polres Pasuruan Kota, AKP Yulian Prasviawan, menegaskan bahwa penyidikan masih berlangsung untuk menentukan pihak yang paling bertanggung jawab. Sebelum mengambil keputusan, polisi akan memanggil semua pihak terkait, termasuk keluarga korban, pemilik rumah yang rusak, serta keluarga pengemudi.
“Kami akan memproses kasus ini sesuai prosedur, tetapi yang terpenting adalah mencari solusi terbaik bagi semua pihak,” ujar Yulian.
Selain penegakan hukum, polisi juga menekankan pentingnya pencegahan. Yulian mengimbau orang tua untuk lebih bertanggung jawab dalam mengawasi anak-anaknya, terutama terkait penggunaan kendaraan bermotor.
Anak di Bawah Umur Berkendara: Masalah yang Terus Berulang
Fakta bahwa pelaku kecelakaan ini masih remaja dan belum memiliki SIM menyoroti masalah serius: masih banyak orang tua yang membiarkan anak-anaknya mengendarai motor atau mobil meski belum cukup umur. Padahal, Undang-Undang Lalu Lintas jelas melarang praktik semacam ini karena berisiko tinggi.
“Kami sering menemukan kasus serupa. Orang tua seharusnya lebih sadar bahwa anak di bawah umur tidak boleh mengemudi. Jika ada kebutuhan mendesak, sebaiknya orang tua yang mengantar,” tegas Yulian.
Polisi juga mendorong kolaborasi antara sekolah, dinas terkait, dan masyarakat untuk meningkatkan kesadaran berlalu lintas. Sosialisasi tentang bahaya mengemudi di bawah umur harus digencarkan, khususnya di lingkungan pendidikan.
Korban Jiwa dan Kerugian Materi
Kecelakaan ini tidak hanya merenggut nyawa seorang pengendara motor, tetapi juga menimbulkan kerugian materi bagi pemilik rumah yang temboknya rusak tertabrak. Kejadian ini menjadi pengingat betapa pentingnya mematuhi aturan lalu lintas dan tidak menyepelekan keselamatan berkendara.
Apa Langkah Selanjutnya?
Polisi akan terus mendalami penyebab kecelakaan, termasuk memeriksa kondisi kendaraan, kesaksian warga, dan rekaman CCTV jika ada. Sementara itu, masyarakat diharapkan lebih bijak dalam menggunakan kendaraan dan tidak memberikan akses berkendara kepada anak di bawah umur.
“Kami berharap tragedi seperti ini tidak terulang. Keselamatan di jalan adalah tanggung jawab bersama,” pungkas Yulian.
Dengan meningkatnya kasus kecelakaan yang melibatkan anak di bawah umur, edukasi dan pengawasan dari orang tua menjadi kunci utama mencegah terulangnya insiden serupa di masa depan.




