, ,

Ratusan Unit Laptop Chromebook Hibah Nadiem di Pasuruan Masih Optimal Setahun

oleh -489 Dilihat

Kota Pasuruan Buktikan Manfaat Nyata: Chromebook Bantuan Era Nadiem Masih Aktif Dongkrak Kualitas Assesmen Nasional

Pasuruan- Dalam gelombang pemberitaan seputar penyidikan mantan Menteri Pendidikan, Nadiem Makarim, sebuah kabar baik justru datang dari lapangan. Ratusan unit laptop Chromebook yang dihibahkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) pada era kepemimpinan Nadiem kepada Kota Pasuruan, Jawa Timur, terbukti masih berfungsi dengan optimal hingga saat ini. Perangkat teknologi ini menjadi tulang punggung pelaksanaan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) dan berbagai aktivitas pembelajaran digital di sekolah-sekolah penerima.

Ratusan Unit Laptop Chromebook Hibah Nadiem di Pasuruan Masih Optimal Setahun
Ratusan Unit Laptop Chromebook Hibah Nadiem di Pasuruan Masih Optimal Setahun

Baca Juga : Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Jalur Tengkorak Purwosari

Berdasarkan data dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Pasuruan, dari total bantuan yang diterima, hanya satu unit yang dilaporkan hilang. Seluruh unit lainnya dalam kondisi terawat dan siap pakai.

“Alhamdulillah, untuk semua laptop Chromebook dalam kondisi sangat baik dan dapat digunakan untuk ANBK maupun keperluan akademis lainnya. Hanya tersisa satu unit yang dalam status hilang,” tegas Kepala Disdikbud Kota Pasuruan, Lucky Danardono, ketika dikonfirmasi.

Rincian Distribusi dan Skema Pendanaan

Lucky membeberkan rincian distribusi bantuan yang diterima secara bertahap dalam kurun waktu tiga tahun, dari 2021 hingga 2023. Bantuan tersebut bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). Secara total, Sekolah Dasar (SD) di Kota Pasuruan menerima 297 unit Chromebook, sedangkan untuk jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) menerima 135 unit.

Yang menarik, pola distribusinya disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing jenjang. “Untuk tingkat SD, bantuan diterima oleh baik SD Negeri maupun SD Swasta. Sementara untuk tingkat SMP, alokasinya diberikan seluruhnya kepada SMP swasta. Hal ini karena SMP Negeri di kota kami sudah tercukupi kebutuhannya oleh anggaran daerah,” jelas Lucky.

Infrastruktur Pendukung yang Memadai

Keberhasilan pemanfaatan teknologi pendidikan tidak lepas dari dukungan infrastruktur pendukung. Lucky menegaskan bahwa pengoperasian Chromebook tersebut tidak menemui kendala teknis yang signifikan. Hampir semua sekolah yang menerima bantuan telah memiliki jaringan internet yang memadai, berkat perkembangan koneksi di wilayah Kota Pasuruan yang semakin merata.

“Berdasarkan konfirmasi yang kami lakukan ke sejumlah sekolah, tidak ada masalah dalam hal konektivitas. Meski demikian, kami terus mengingatkan agar setiap sekolah menjaga dan memelihara aset negara ini dengan penuh tanggung jawab,” pesannya.

Transparansi di Tengah Penyidikan

Lucky juga mengakui bahwa pihaknya pernah dimintai keterangan oleh Kejaksaan Negeri Pasuruan terkait dengan perolehan bantuan Chromebook ini, menyusul penetapan Nadiem Makarim sebagai tersangka dalam kasus lain. Proses hukum ini tidak lantas menghentikan fungsi perangkat tersebut.

“Kami telah memenuhi panggilan untuk memberikan keterangan dan telah melaporkan secara lengkap dan transparan kepada Kejaksaan Agung mengenai kondisi dan jumlah unit Chromebook yang ada di sekolah-sekolah SD dan SMP kami. Prinsip kami adalah menjaga aset negara dan memastikan manfaatnya langsung terasa bagi peserta didik,” pungkas Lucky.

Kisah dari Kota Pasuruan ini menjadi bukti nyata bahwa di balik berbagai dinamika politik hukum, investasi dalam bidang pendidikan, khususnya teknologi, dapat memberikan dampak yang berkelanjutan dan langsung menyentuh kebutuhan di tingkat akar rumput.

Dior

No More Posts Available.

No more pages to load.