Kabar Gembira! Kota Pasuruan Catat Rekor Terendah Jumlah Penduduk Miskin dalam Dua Dekade
Pasuruan- Sebuah angin segar berhembus dari Kota Pasuruan. Data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) setempat mengungkapkan capaian membanggakan: jumlah penduduk miskin di kota ini berhasil ditekan ke level terendah dalam kurun waktu 20 tahun terakhir. Pada tahun 2025 ini, tercatat 12.830 jiwa yang masuk dalam kategori penduduk miskin.

Baca Juga : Polisi Lalulintas Gagalkan Pencurian Motor Dalam Kejaran Dramatis Di Siang Bolong
Angka ini bukan sekadar statistik. Ia merepresentasikan ribuan keluarga yang berhasil mengangkat kualitas hidup mereka. Dibandingkan dengan kondisi pada 2024 yang sebesar 13.070 jiwa, terjadi penurunan signifikan sebanyak 240 jiwa dalam setahun.
Tren Positif yang Konsisten dan Penuh Perjuangan
Kepala BPS Kota Pasuruan, Imam Sudarmadji, dengan penuh semangat memaparkan analisis mendalam di balik angka-angka ini. “Ini bukanlah pencapaian yang instan. Penurunan jumlah penduduk miskin ini berbanding lurus dengan tingkat persentasenya, yang juga menyusut sebesar 0,14 persen, dari 6,32 persen di tahun 2024 menjadi 6,18 persen di tahun 2025,” jelas Imam.
Yang membuat pencapaian ini begitu istimewa adalah posisinya sebagai titik terendah yang berhasil diraih setelah melalui perjalanan panjang dan berliku. Imam mengajak kita menengok ke belakang, “Pada periode 2003 hingga 2008, tingkat kemiskinan Kota Pasuruan masih memprihatinkan, bertengger di level dua digit, bahkan pernah menyentuh 13,63 persen dengan jumlah 24.000 jiwa penduduk miskin pada 2003.”
Memasuki era 2009, terobosan dan konsistensi mulai membuahkan hasil. Tingkat kemiskinan akhirnya berhasil ditekan hingga ke level satu digit. Meski demikian, perjalanan tidak selalu mulus. Badai pandemi COVID-19 pada 2020 dan 2021 sempat memukul balik, menyebabkan angka kemiskinan naik menjadi 6,66 persen dan 6,88 persen. Namun, ketangguhan dan komitmen pemulihan membuahkan hasil, hingga akhirnya kota ini berhasil memecahkan rekor positif di tahun 2025.
“Jika kita melihat rentang waktu nearly dua dekade ini, kita telah berhasil mengentaskan 11.170 jiwa dari jerat kemiskinan dan menekan persentase kemiskinan sebesar 7,45 persen. Ini adalah bukti nyata bahwa langkah-langkah strategis yang diambil Pemerintah Kota (Pemkot) memberikan dampak yang positif,” tegas Imam.
Strategi Pengentasan Kemiskinan: Bukan Hanya Bantuan, Tapi Pemberdayaan
Lantas, apa kunci kesuksesan ini? Imam Sudarmadji menyoroti efektivitas berbagai program pengentasan kemiskinan yang dijalankan pemkot. “Program bantuan sosial (bansos) yang tepat sasaran menjadi salah satu pilar penting. Namun, yang lebih penting lagi, ini menunjukkan bahwa program-program tersebut dijalankan dengan strategi yang terintegrasi,” ujarnya.
Pendapat senada disampaikan oleh Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Pasuruan, Kokoh Arie Hidayat. Menurutnya, penurunan angka kemiskinan ini adalah kabar yang sangat menggembirakan dan menjadi penyemangat bagi seluruh jajaran pemerintah.
“Setiap jiwa yang berhasil keluar dari garis kemiskinan adalah sebuah cerita sukses. Ini membuktikan bahwa usaha keras pemerintah, baik melalui program perlindungan sosial, pelatihan kewirausahaan, maupun penciptaan lapangan kerja, sudah menuju ke arah yang benar dan positif,” papar Kokoh dengan wajah penuh kepuasan.
Ia menambahkan, fokus ke depan tidak hanya pada mempertahankan tren positif ini, tetapi juga pada pemberdayaan berkelanjutan. Tujuannya agar masyarakat yang telah sejahtera tidak hanya mandiri, tetapi juga menjadi motor penggerak perekonomian di lingkungan sekitarnya.
Sebuah Pencapaian Kolaboratif
Capaian Kota Pasuruan ini adalah sebuah testament bahwa dengan komitmen kuat, data yang akurat, dan program yang tepat sasaran, masalah kemiskinan dapat diatasi secara bertahap. Langkah ini menjadi fondasi yang kokoh untuk menuju Pasuruan yang lebih sejahtera, mandiri, dan berdaya saing di masa depan. Pencapaian ini adalah milik bersama seluruh warga Pasuruan, yang bersama-sama pemerintah, bersinergi membangun kota tercinta.




