, ,

Laporkan Segera Jika Makanan MBG Basi Atau Terkontaminasi

oleh -453 Dilihat

Bupati Pasuruan Tegaskan: “Laporkan Segera!” Jika Menu Makan Bergizi Gratis Ditemukan Tak Layak

Pasuruan- Dalam komitmennya menjaga kualitas program prioritas, Bupati Pasuruan, H. Rusdi Sutejo, secara tegas meminta seluruh penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk aktif menjadi mata dan telinga di lapangan. Apabila menemukan menu makanan yang tidak memenuhi standar kelayakan, seperti basi, berbau, atau bahkan terkontaminasi, masyarakat diminta untuk segera laporkan tanpa rasa takut.

Laporkan Segera Jika Makanan MBG Basi Atau Terkontaminasi
Laporkan Segera Jika Makanan MBG Basi Atau Terkontaminasi

Baca Juga : Menjaga Keutuhan Bangsa Dan Lawan Narkoba, Polres Pasuruan Kota Gandeng Para Santri

“Komunikasi langsung dari penerima manfaat adalah kunci perbaikan kami. Jika ada temuan, seperti makanan basi atau bahkan ditemukan belatung, jangan ragu-ragu. Laporkan segera kepada petugas Bina Gizi Nasional (BGN) atau langsung ke Sentra Pemberian Pangan dan Gizi (SPPG) terdekat. Tidak perlu ada rasa sungkan atau takut,” seru Bupati yang akrab disapa Mas Rusdi ini.

Pernyataan ini disampaikannya secara langsung saat melakukan kunjungan kerja mendadak (blusukan) ke SPPG di Desa Kedawungwetan, Kecamatan Grati, untuk memantau proses produksi dan distribusi makanan secara real-time.

Kewaspadaan Dini: Periksa Sebelum Menikmati

Mas Rusdi tidak hanya mengajak masyarakat untuk aktif melapor, tetapi juga menekankan pentingnya kewaspadaan individu demi keamanan bersama. Ia meminta setiap penerima manfaat, terutama orang tua dari anak-anak yang menerima menu MBG, untuk melakukan pemeriksaan sederhana sebelum mengonsumsi makanan tersebut.

“Sebelum menikmati, tolong diamati sejenak. Lihat, cium, dan periksa kondisinya. Ini adalah langkah preventif untuk memastikan keamanan dan kenyamanan penerima manfaat sendiri. Program ini hadir untuk menyehatkan, bukan sebaliknya,” pesannya dengan penuh kepedulian.

Akui Manfaat Besar, Tak Tutup Mata pada Kekurangan

Dalam kesempatan itu, Bupati dengan lapang dada mengakui bahwa Program MBG merupakan sebuah program besar yang dampaknya telah dirasakan luas. Ia menyoroti dua manfaat utama: pertama, sebagai penyedia gizi bagi masyarakat yang membutuhkan, dan kedua, sebagai penggerak ekonomi lokal dengan melibatkan banyak mitra SPPG dan menyerap tenaga kerja.

“Program sebesar dan serumit ini, yang melibatkan rantai pasok yang panjang dan banyak orang, wajar jika dalam perjalanannya ditemui sedikit kekurangan. Yang terpenting adalah bagaimana kita merespons temuan tersebut. Setiap laporan dari masyarakat adalah bahan evaluasi berharga untuk kita lakukan penyempurnaan ke depannya,” jelas Mas Rusdi dengan sikap terbuka.

Sorotan Tambahan: Standar Kebersihan Pengolahan Sampah

Kunjungan blusukan ini tidak hanya berfokus pada kualitas makanan jadi. Bupati Rusdi Sutejo juga menyoroti aspek pendukung, yaitu pengelolaan sampah dan kebersihan lingkungan di lokasi SPPG. Ia menemukan bahwa pengolahan sampah di SPPG Kedawungwetan belum memenuhi standar yang ditetapkan.

“Tata kelola sampah yang tidak standar bisa menjadi sumber masalah. Ini bukan hanya persoalan kebersihan, tetapi bisa berdampak langsung pada proses produksi makanan, mengundang hama, dan mencemari lingkungan kerja. Saya minta hal ini segera dibenahi,” tegasnya, memberikan instruksi yang jelas kepada jajaran di lapangan.

Komitmen Bersama untuk Masa Depan yang Lebih Sehat

Pesan dari kunjungan ini jelas: Program MBG adalah tanggung jawab bersama. Pemerintah berkomitmen penuh untuk terus mendanai dan mengawal program ini, sementara partisipasi aktif masyarakat dalam mengawasi kualitas menjadi pilar penopang yang tak kalah penting. Dengan sinergi ini, diharapkan Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya berjalan, tetapi benar-benar memberikan manfaat optimal untuk meningkatkan kualitas gizi dan kesehatan masyarakat Kabupaten Pasuruan, terutama bagi generasi penerus bangsa.

Dior

No More Posts Available.

No more pages to load.