Insiden Sengatan Listrik Warnai Persiapan Nongkojajar Culture Festival, Kru Panggung Selamat
Pasuruan- Suasana hiruk-pikuk persiapan Nongkojajar Culture Festival di Desa Wonosari, Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan, mendadak berubah mencekam pada hari Selasa (tanggal bisa disesuaikan). Seorang kru panggung, Wahyu Mulyajati (24), menjadi korban insiden keselamatan kerja setelah tersengat arus listrik saat sedang menata panggung utama.

Baca Juga : Pencurian Motor Perawat Gegerkan Rumah Kos Kapolsek Bugul Kidul Di Pasuruan
Kejadian yang memicu kepanikan sesaat ini berawal ketika Wahyu, warga Dusun Gondanglegi, Desa Dawuhan Sengon, Kecamatan Purwodadi, tengah fokus memasang dan memeriksa peralatan teknis serta instalasi listrik. Lokasi kejadian adalah panggung finish acara yang berada di samping Masjid Besar An Nur Nongkojajar.
Kronologi Insiden yang Mencemaskan
Menurut keterangan Kasi Humas Polres Pasuruan, Iptu Joko Suseno, insiden terjadi secara tiba-tiba. Saat itu, tanpa disengaja, sebuah kabel berarus listrik menyentuh bagian kepala Wahyu. Sengatan listrik yang kuat langsung menjalari tubuhnya, menyebabkan pria 24 tahun itu kolaps dan tak sadarkan diri di tempat.
“Korban tidak sadarkan diri selama beberapa menit. Beruntung, rekan-rekannya yang lain sigap memberikan pertolongan pertama,” jelas Iptu Joko Suseno. Melihat kondisi kritis Wahyu, para rekannya langsung membawanya ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lawang untuk mendapatkan penanganan medis yang intensif.
Korban Selamat dengan Luka Bakar di Kepala
Dari hasil pemeriksaan tim medis RSUD Lawang, Wahyu dinyatakan selamat. Meskipun nyawanya tidak dalam ancaman, ia mengalami luka yang cukup serius. “Korban mengalami luka sobek terbakar di bagian kepala akibat sengatan arus listrik tersebut,” terang Joko Suseno lebih lanjut. Keselamatan Wahyu benar-benar merupakan hasil dari ketepatan dan kecepatan pertolongan rekan-rekannya di lokasi kejadian.
Peringatan Keras bagi Panitia, Festival Tetap Berjalan
Merespons insiden ini, Camat Tutur, Hendi Candra Wijaya, menyatakan rasa prihatinnya. Ia menegaskan bahwa kejadian ini harus menjadi pelajaran berharga dan peringatan keras bagi seluruh panitia penyelenggara event, tidak hanya Nongkojajar Culture Festival, untuk selalu mengutamakan standar keselamatan kerja (K3).
“Ini menjadi pengingat bagi kita semua, terutama panitia, agar aspek keamanan dan keselamatan jangan sampai dianggap sepele. Alhamdulillah, korban selamat dan seluruh biaya pengobatan ditanggung oleh panitia,” ujar Hendi Candra Wijaya. Ia juga memastikan bahwa koordinasi dengan panitia telah dilakukan untuk mencegah terulangnya kejadian serupa.
Meski sempat mengguncang suasana, panitia festival memastikan bahwa insiden ini tidak mengganggu jalannya acara. Nongkojajar Culture Festival, sebagai event budaya tahunan yang dinantikan warga, tetap berlangsung sesuai jadwal. Namun, insiden ini menyisakan catatan penting tentang betapa vitalnya prosedur keselamatan dalam setiap tahapan penyelenggaraan sebuah acara besar.




