Hanya Sebentar Mandi, Nyala Api Melalap Rumah Keluarga di Rejoso Pasuruan
Pasuruan- Sebuah insiden kebakaran menghanguskan sebuah rumah di RT 1/RW 5, Dusun Ploso, Desa Toyaning, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Pasuruan, pada Rabu pagi sekitar pukul 10.00. Peristiwa yang berawal dari kecurigaan dan berakhir dengan kepiluan ini terjadi begitu cepat, berawal saat sang pemilik rumah lengah untuk sekadar melepas lelah.

Baca Juga : Satreskrim Polres Pasuruan Ungkap Tiga Kasus Pencurian, lima Pelaku Diringkus
Wasilatul Qoirot (36), pemilik rumah, baru saja tiba di rumahnya. Untuk melepas penat, ia langsung menuju kamar mandi. Saat itulah, bencana diam-diam mengintai. Dari balik dinding, suara desisan dan letupan kecil mulai terdengar, namun mungkin disangka hanya suara biasa.
“Saya sedang mandi ketika mendengar suara seperti kabel meletus, diikuti suara benda terbakar yang semakin keras. Waktu itu hati saya sudah tidak enak, ada firasat aneh,” ujar Wasilatul, menggambarkan momen penuh ketegangan itu.
Rasa penasaran yang tak tertahankan memaksanya untuk menghentikan aktivitas mandi dan bergegas mengecek sumber suara. Apa yang dilihatnya saat keluar dari kamar mandi adalah pemandangan yang mengerikan: lidah api sudah menjalar dengan ganas di bagian dalam rumahnya, menghanguskan segala yang dilewati.
Kepanikan dan Usaha Penyelamatan
Tanpa pikir panjang, naluri keibuan langsung berbicara. Wasilatul bergegas menyelamatkan buah hatinya, menggendong sang anak dan berlari keluar rumah untuk menyelamatkan diri. Kepanikan dan teriakan minta tolongnya memecah kesunyian pagi itu.
Kepanikan itu juga terdengar oleh Sobri (32), seorang tetangga. “Saya mendengar suara ledakan kecil, tidak lama kemudian melihat ibu Wasilatul keluar sambil berteriak-teriak. Asap sudah mengepul dari atap rumahnya,” kisah Sobri.
Solidaritas warga pun segera terpicu. Berbondong-bondong, para tetangga berusaha memadamkan api dengan peralatan seadanya; ember, selang, dan karung basah. Namun, amukan api ternyata terlalu besar untuk ditaklukkan dengan usaha mereka. Jerih payah mereka hanya mampu memperlambat, bukan menghentikan.
Pemadaman Akhirnya Tiba
Setelah melalui perjuangan warga yang heroik namun tak berdaya, bantuan profesional akhirnya tiba. Tim Damkar Kabupaten Pasuruan baru bisa mencapai lokasi sekitar pukul 11.15. Butuh waktu hampir 25 menit bagi petugas untuk akhirnya menaklukkan si jago merah. Api dinyatakan padam sepenuhnya sekitar pukul 11.40.
Namun, semuanya sudah terlambat. Kerusakan yang ditimbulkan sangat parah. Hampir 70 persen bagian rumah telah ludes dilalap api, menyisakan puing-puing hangus dan kenangan. Hanya area dapur yang relatif masih bisa diselamatkan dari kehancuran total.
“Seluruh barang-barang di dalam rumah habis terbakar. Hanya tersisa ruangan dapur saja yang masih utuh,” terang Kasi Humas Polres Pasuruan Kota, Iptu Mintarta, yang akrab disapa Min, di lokasi kejadian.
Korsleting Listrik Diduga Jadi Biang Kerok
Meski investigasi masih berlangsung, penyebab kebakaran diduga kuat berasal dari korsleting listrik. Kesaksian Sobri, sang tetangga, menguatkan dugaan ini. “Saat pertama kali melihat api, sumbernya memang berasal dari atap rumah bagian bawah yang belum terbakar, di mana banyak instalasi listrik rumah terpusat,” ujar Min, mengutip kesaksian tersebut.
Kabarnya, kerugian material yang diderita oleh keluarga Wasilatul diperkirakan mencapai Rp 75 juta. Syukur, dalam musibah yang menghancurkan harta benda ini, tidak ada korban jiwa yang berjatuhan. Nyawa Wasilatul dan anaknya tetap selamat, sebuah hikmah di tengah kepedihan yang mereka alami.
Peristiwa ini menjadi pengingat pilu bagi semua warga tentang betapa rapuhnya kehidupan di hadapan amukan api, dan bagaimana sebuah kecerobohan kecil dalam pemeliharaan listrik bisa berujung pada bencana yang merenggut segala-galanya.




