Pasuruan – Semarak peringatan HUT ke-80 Republik Indonesia di Kecamatan Lumbang, Kabupaten Pasuruan, berlangsung meriah dengan gelaran lomba unik, yakni balap sepeda kayu. Tradisi yang sudah turun-temurun ini kembali dihidupkan sebagai bagian dari upaya masyarakat untuk menjaga warisan budaya lokal agar tetap lestari.
Sepeda Kayu, Simbol Kreativitas Warga
Sepeda kayu atau dalam istilah lokal sering disebut onthel kayu, merupakan alat transportasi tradisional yang dibuat dari batang kayu dengan bentuk menyerupai sepeda. Meski tanpa pedal dan rantai, sepeda ini digerakkan dengan cara meluncur di jalan menurun, mengandalkan keseimbangan dan keberanian pengendaranya.
“Dulu, sepeda kayu ini dibuat anak-anak kampung sebagai mainan. Sekarang dijadikan lomba agar generasi muda tahu dan tetap melestarikannya,” ujar Sugeng, salah satu tokoh masyarakat Lumbang.
Antusiasme Warga Tinggi
Lomba yang digelar di jalan desa menurun itu diikuti puluhan peserta dari berbagai dusun di Kecamatan Lumbang. Tidak hanya anak-anak, para remaja hingga orang dewasa ikut serta, membuat suasana semakin meriah. Sorak-sorai penonton di sepanjang lintasan menambah semangat para peserta yang bersaing menunjukkan ketangkasan.

Baca juga: Gelar Upacara HUT RI dengan Cara Berbeda, Pejabat Tersebar ke Polsek
Bahkan, beberapa wisatawan lokal yang kebetulan berkunjung ikut menyaksikan lomba ini. Mereka mengaku kagum dengan tradisi unik yang jarang ditemui di daerah lain.
Menghidupkan Nilai Kebersamaan
Selain sebagai hiburan, lomba sepeda kayu juga menjadi ajang mempererat silaturahmi antarwarga. Para orang tua terlihat mendukung penuh anak-anaknya yang ikut lomba, sementara pemuda desa bahu-membahu mengatur jalannya perlombaan.
“Tradisi ini bukan hanya soal menang atau kalah, tapi tentang kebersamaan. Dengan cara seperti ini, kita bisa merayakan kemerdekaan sekaligus melestarikan budaya leluhur,” kata Kepala Desa Lumbang.
Harapan Jadi Daya Tarik Wisata
Pemerintah desa berharap lomba sepeda kayu bisa terus digelar tiap tahun dan menjadi atraksi budaya yang mampu menarik wisatawan. Apalagi, Kecamatan Lumbang dikenal sebagai salah satu daerah penyangga wisata Bromo yang sudah ramai dikunjungi.
“Kalau tradisi ini dipromosikan dengan baik, bisa jadi daya tarik wisata baru yang mengangkat nama Lumbang di mata publik,” tambahnya.
Meriahkan Kemerdekaan dengan Tradisi
Dengan digelarnya lomba sepeda kayu ini, masyarakat Lumbang tidak hanya ikut memeriahkan HUT ke-80 RI, tetapi juga memberikan pesan penting: tradisi harus dijaga agar tidak hilang ditelan zaman.




