, ,

Dua Ibu Pencari Kerang Dari Pasuruan Tewas Dalam Insiden Perahu Terbalik

oleh -387 Dilihat

Tragedi di Perairan Ketingan: Dua Pencari Kerang Meninggal Dunia Usai Diterpa Ombak dan Angin Kencang

Pasuruan- Sebuah operasi pencarian dan evakuasi yang mendebarkan berlangsung di perairan Ketingan, Sidoarjo, setelah sebuah perahu pencari kerang terbalik diterjang ombak dan angin kencang. Insial tragis yang terjadi pada Senin pagi itu merenggut nyawa dua orang ibu pencari kerang asal Kelurahan Tapaan, Kecamatan Bugul, Kota Pasuruan.

Dua Ibu Pencari Kerang Dari Pasuruan Tewas Dalam Insiden Perahu Terbalik
Dua Ibu Pencari Kerang Dari Pasuruan Tewas Dalam Insiden Perahu Terbalik

Baca Juga : Kebakaran Menghanguskan Rumah Di Dusun Ploso, Pasuruan, Diduga Akibat Kelengahan

Berdasarkan keterangan dari rekan satu rombongan, M Idris, perahu tersebut mengangkut tujuh orang warga yang berprofesi sebagai pencari kerang, terdiri dari dua laki-laki dan lima perempuan. Dengan harapan mencari rezeki di laut, mereka berangkat menuju lokasi pencarian kerang. Namun, perjalanan mereka berubah menjadi petaka saat tiba di perairan Ketingan.

“Kondisi laut tiba-tiba berubah. Angin bertiup sangat kencang diiringi ombak besar yang langsung menghantam dan menyapu perahu kami hingga terbalik,” ujar Idris, menggambarkan malam kelam yang mereka alami.

Akibat kejadian tersebut, ketujuh penumpang terlempar ke laut

Tiga orang di antaranya, termasuk Idris, berhasil selamat. Namun, tiga orang lainnya dilaporkan hilang dalam sekejap. Setelah melalui pencarian yang menegangkan, kabar duka akhirnya datang. Dari tiga orang yang hilang, satu orang berhasil ditemukan dalam keadaan selamat, sementara dua lainnya, yaitu Suya (52) dan Khamimah (41), ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa.

Mendapat laporan tentang musibah tersebut, tim gabungan yang terdiri dari Satpolairud Polres Pasuruan Kota, BPBD, dan para nelayan setempat segera bergerak cepat ke lokasi kejadian. Operasi evakuasi pun dilakukan untuk membawa korban kembali ke daratan.

Sebagai bagian dari prosedur standar, jenazah kedua korban sempat dibawa ke RSUD Kota Pasuruan untuk menjalani pemeriksaan visum et repertum.

Tragedi di Perairan Ketingan: Dua Pencari Kerang Meninggal Dunia Usai Diterpa Ombak dan Angin Kencang

Berdasarkan keterangan dari rekan satu rombongan, M Idris, perahu tersebut mengangkut tujuh orang warga yang berprofesi sebagai pencari kerang, terdiri dari dua laki-laki dan lima perempuan. Dengan harapan mencari rezeki di laut, mereka berangkat menuju lokasi pencarian kerang. Namun, perjalanan mereka berubah menjadi petaka saat tiba di perairan Ketingan.

“Kondisi laut tiba-tiba berubah. Angin bertiup sangat kencang diiringi ombak besar yang langsung menghantam dan menyapu perahu kami hingga terbalik,” ujar Idris, menggambarkan malam kelam yang mereka alami.

Akibat kejadian tersebut, ketujuh penumpang terlempar ke laut. Tiga orang di antaranya, termasuk Idris, berhasil selamat. Sementara itu, tiga orang lainnya dilaporkan hilang dalam sekejap. Setelah melalui pencarian yang menegangkan, kabar duka akhirnya datang.

Mendapat laporan tentang musibah tersebut, tim gabungan yang terdiri dari Satpolairud Polres Pasuruan Kota, BPBD, dan para nelayan setempat segera bergerak cepat ke lokasi kejadian. Selanjutnya, mereka melakukan operasi evakuasi untuk membawa korban kembali ke daratan.

Sebagai langkah berikutnya, tim medis membawa jenazah kedua korban ke RSUD Kota Pasuruan untuk menjalani pemeriksaan visum et repertum. Akhirnya, setelah proses tersebut selesai, pihak berwenang menyerahkan kedua jenazah kepada keluarga masing-masing untuk dimakamkan sesuai tradisi dan keyakinan.

Duka Mendalam dan Peringatan bagi Nelayan

Tragedi ini menyisakan duka yang mendalam bagi keluarga dan warga sekitar. Di satu sisi, keluarga kedua almarhumah harus merelakan kepergian ibu mereka yang gugur saat mencari nafkah. Di sisi lain, komunitas pencari kerang kehilangan dua anggotanya.

Bahkan, musibah ini kembali menegaskan betapa tingginya risiko yang harus dihadapi para pencari nafkah di laut. Oleh karena itu, masyarakat berharap pihak berwenang dapat meningkatkan sistem peringatan dini cuaca untuk nelayan tradisional. Selain itu, sosialisasi tentang keselamatan berlaut juga menjadi hal yang sangat mendesak untuk mencegah terulangnya tragedi serupa di masa depan.

Dior

No More Posts Available.

No more pages to load.