Tragedi Memilukan: Bocah 7 Tahun di Pasuruan Tewas Dibunuh Tetangga dalam Insiden Mengerikan
Pasuruan- Dunia kecil Haidar 7 tahun berubah menjadi mimpi buruk yang tak terbayangkan. Bocah kelas 1 SD asal Dusun Areng-areng, Desa Sambisirah, Kecamatan Wonorejo, Pasuruan, itu meregang nyawa setelah dipukul dengan belencong oleh tetangganya sendiri. Peristiwa tragis yang terjadi siang itu mengguncang warga setempat, meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan masyarakat.

Baca Juga : Licin seperti Belut Perempuan Penipu Minyak Goreng Akhirnya Ditangkap Setelah 2 Tahun Buron
Yang membuat kasus ini semakin memilukan—tidak ada pertikaian atau konflik sebelumnya antara korban dan pelaku. Lantas, apa yang sebenarnya terjadi? Berikut fakta-fakta lengkap tragedi yang menyayat hati ini.
1. Korban Diserang Saat Bermain di Depan Rumah
Haidar sedang bermain di halaman rumahnya ketika pelaku tiba-tiba mendekat. Tanpa alasan jelas, pria tetangganya itu mengayunkan belencong alat sejenis linggis dengan ujung besi bergagang kayu—ke kepala bocah malang itu.
“Korban langsung tersungkur, darah mengucur deras dari kepalanya,” jelas Kasi Humas Polres Pasuruan, Iptu Joko Suseno.
2. Dilarikan ke Rumah Sakit, Nyawanya Tak Tertolong
Warga yang panik segera membawa Haidar ke RSUD Bangil menggunakan ambulans desa.
“Sesampainya di rumah sakit, korban dinyatakan meninggal dunia akibat luka parah di kepala,” ungkap Joko.
3. Pelaku Adalah Tetangga Dekat yang Mengidap Gangguan Jiwa
Yang membuat kasus ini semakin tragis—pelaku ternyata tinggal hanya beberapa meter dari rumah Haidar. Kapolsek Wonorejo, AKP Sugiyanto, mengonfirmasi bahwa pelaku adalah Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ).
“Dia sudah lama menunjukkan gejala tidak stabil secara psikologis,” kata Sugiyanto.
4. Tak Ada Sejarah Konflik, Keluarga Korban Syok Berat
Kepala Desa Sambisirah, Abdurrohim, menegaskan bahwa keluarga korban dan pelaku tidak pernah terlibat masalah apa pun sebelumnya.
“Mereka bertetangga baik-baik saja, tidak ada perselisihan. Ini benar-benar kejadian yang tiba-tiba dan di luar dugaan,” ujarnya.
5. Pelaku Depresi Berat Akibat Masalah Rumah Tangga & Ekonomi
“Dia sering mengeluh tidak punya pekerjaan dan sempat pisah ranjang dengan istrinya. Kondisi itu membuatnya semakin tertekan,” papar Abdurrohim.
6. Sempat Meminta Pekerjaan ke Kepala Desa Sebelum Kejadian
“Dia datang ke rumah saya tiga kali, tapi kebetulan saya tidak ada. Istri saya yang memberitahu setelah kejadian ini,” kenang Abdurrohim.
7. Pelaku Pernah Dirawat di RSJ, Namun Kambuh Akibat Tekanan Ekonomi
Sumber terpercaya mengungkapkan bahwa pelaku sebelumnya pernah menjalani perawatan di rumah sakit jiwa. Sayangnya, kondisi ekonomi yang buruk membuatnya tidak bisa melanjutkan pengobatan.
8. Warga Sempat Melihat Pelaku Gelisah Sebelum Kejadian
Beberapa tetangga menceritakan, pelaku terlihat sering mondar-mandir di depan rumahnya dengan wajah kosong.
“Dia kadang bicara sendiri, seperti marah-marah tanpa sebab,” tutur seorang warga.
9. Polisi Periksa Keluarga Pelaku untuk Lacak Riwayat Kesehatan Mental
Tim penyidik kini sedang mengumpulkan keterangan dari keluarga pelaku. Mereka ingin mengetahui apakah ada riwayat gangguan jiwa turunan atau pemicu spesifik yang membuat pelaku meledak.
“Kami akan telusuri apakah ada faktor lain di luar masalah ekonomi,” tegas AKP Sugiyanto.
10. Desa Berencana Bentuk Sistem Pengawasan untuk ODGJ
Menyikapi tragedi ini, pemerintah desa berencana membuat pemetaan warga yang memiliki gangguan mental. Nantinya, mereka akan mendapat pendampingan agar tidak membahayakan diri sendiri atau orang lain.
“Kami tidak ingin kejadian seperti ini terulang,” tegas Kades Abdurrohim.
11. Keluarga Korban Masih Trauma, Tetangga Beri Dukungan
Sementara itu, keluarga Haidar masih belum bisa menerima kenyataan. Tetangga-tetangga beramai-ramai membantu keluarga dengan menyiapkan kebutuhan sehari-hari.
“Kami ikut berduka. Haidar anak yang ceria dan baik,” ucap Bu Siti, tetangga korban.
12. Ahli Kesehatan Mental Soroti Pentingnya Dukungan Sosial
Psikolog klinis, Dr. Arini, menekankan bahwa kasus ini menunjukkan betapa pentingnya dukungan sosial untuk orang dengan gangguan jiwa.




